Nyepi Era Milenial dan "Amati Internet" - Beritabali.com

Opini

Nyepi Era Milenial dan "Amati Internet"

Sabtu, 17 Maret 2018 | 07:05 WITA

Beritabali.com/ist/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Nyepi Tahun Baru Saka 1940 yang jatuh pada (17/3/2018) agak sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya ada Amati Geni (tidak menyalakan lampu/api), Amati Karya (tidak bekerja/aktivitas), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan), maka di Nyepi Milenial atau Jaman Now ini ditambah dengan "Amati Internet" atau tidak menggunakan internet.

Pilihan Redaksi

  • Nyepi 2018, Kapolsek Kuta : Dumogi Ngemolihang Kerahajengan
  • Kepala Dinas Penanaman Modal & PTSP Kabupaten Badung : Selamat Hari Raya Nyepi 2018
  • Kejati Bali : Selamat Hari Raya Nyepi 2018
  • Kapolda Bali : Selamat Hari Raya Nyepi
  • Kodam IX/Udayana : Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940
  •  
    Saat tulisan ini diupload secara otomatis oleh mesin CMS atau "content management system" kami pada saat hari Nyepi, sebagian warga Bali atau wisatawan yang sedang berlibur di Bali mungkin sudah tidak bisa mengakses internet, terutama di telpon seluler, akibat adanya kebijakan untuk mematikan layanan internet di Bali selama Nyepi. Kebijakan ini sempat menuai pro dan kontra.
     
    Ketiadaan layanan internet di telpon seluler selama 24 jam ini sudah jelas dinyatakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Nyoman Sujaya, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (13/3/2018).
     
    Menurutnya, ini sudah sesuai dengan seruan bersama Majelis Keagamaan dan Forum Kerukunan Umat Bergama daerah setempat, dimana koneksi internet di handphone (ponsel) akan dimatikan dan ini sudah disanggupi semua operator.
     
    Sedangkan jaringan internet untuk pelayanan publik yang berkaitan dengan keamanan, kesehatan, kebencanaan, dan bandara tetap berjalan normal alias online.
     
    PHDI Provinsi Bali juga meminta masyarakat agar tidak menyikapi masalah "Amati Internet" ini secara emosional. Ketua PHDI Ngurah Sudiana menyatakan, penghentian sambungan internet malah akan memberikan dampak positif bagi warga Hindu yang sedang merayakan Nyepi di Bali, karena di dunia online justru banyak hiburan yang bisa mengganggu tapa brata penyepian.
     
    Senada dengan PHDI, Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga dengan tegas mendukung usulan PHDI untuk memutus sementara akses internet khususnya di ponsel selama pelaksanaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940 pada Sabtu (17/3/2018).
     
    "Khususnya Umat Hindu, saya minta kesadaran itu tumbuh dari dalam. Kesadaran untuk benar-benar melaksanakan Catur Beratha Penyepian. Selama sehari, kita simpan gadget dan fokus lakukan introspeksi. Jangan meceki," tegas Pastika dalam jumpa pers pada Rabu (7/3/2018) di Denpasar.
     
    Pastika menilai himbauan untuk memutus sementara akses internet selama perayaan nyepi adalah hal yang positif dan harus dihormati. Apalagi tak ada orang yang mati hanya karena sehari tanpa internet.
     
    Ia berharap masyarakat tak bereaksi terlalu serius dan menjadikannya perdebatan. Pastika juga menghimbau agar pihak pengelola hotel tidak melakukan aktivitas yang mengganggu keheningan Hari Raya Nyepi.
     
    "Jangan membuat pesta, mereka juga harus menghargai Umat Hindu yang melaksanakan Catur Bratha Penyepian," ungkap Pastika.
     
    "Amati Internet" dan Kesadaran Diri
     

    Pilihan Redaksi

  • BAPEMPERDA DPRD Kab Jembrana : Selamat Hari Raya Nyepi 2018
  • DPC Partai BMI Buleleng : Selamat Hari Raya Nyepi 2018
  • SATRIA : Rahajeng Rahina Jagat Nyepi Tahun Baru Caka 1940
  • DPC Partai HANURA Kabupaten Buleleng : Selamat Hari Raya Nyepi 2018
  • Nyepi Siaran Sebagai Upaya Memanusiakan Manusia
  • Kalangan Perhotelan Minta Usulan Pemutusan Internet Saat Nyepi Dikaji Ulang
  • Akademisi Ingatkan Tidak Samakan Pemutusan Internet Dengan Nyepi Siaran
  • ;
    Ketiadaan layanan internet di telpon seluler selama 24 jam saat Hari Nyepi (17/3/2018) kini lumrah disebut "amati internet", khususnya di jagad medsos, jika diurai lebih lanjut, hal ini sebenarnya sudah masuk ke ranah catur brata penyepian, khususnya amati karya (tidak bekerja) dan amati lelanguan (tidak mencari hiburan).
     
    Bagi warga yang kesehariannya terbiasa bekerja mencari rejeki secara online dengan ponsel, tentu ini sangat terasa. Ia tidak bisa bekerja seharian. Begitu juga dengan warga yang keseharian terbiasa atau bahkan "kecanduan" eksis di medsos, tentu juga sangat terasa. Ia tidak bisa mencari informasi terkini atau hiburan di medsos atau numpang eksis di medsos yang seringkali sangat tidak bermanfaat. Apalagi yang keseharian terbiasa bermain game online dengan ponsel. Pasti juga akan terasa.
     
    Nyepi merupakan Hari Raya Umat Hindu untuk memperingati perayaan Tahun Baru Caka. Selain itu, Nyepi juga merupakan hari yang memberi kesempatan kepada umat Hindu yang merayakannya untuk “mulat sarira” (introspeksi diri/kembali ke jati diri).
     
    Hal ini bisa dilakukan dengan merenung atau meditasi. Dengan adanya "Amati Internet" di Nyepi milenial atau jaman NOW ini, semoga umat Hindu yang sedang merayakannya bisa kembali memperoleh "Kesadaran Diri" untuk mewujudkan Bali ke depan yang semakin Baik.
     
    Selamat Nyepi
    Tim Redaksi

    Penulis : Putra Setiawan

    Editor : ctg


    TAGS : Internet Nyepi


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    Opini Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Opini

    Berita Bali TV