Lepas Landas Wisatawan Domestik di Musim Pandemi - Beritabali.com

Opini

Lepas Landas Wisatawan Domestik di Musim Pandemi

Selasa, 11 Agustus 2020 | 08:25 WITA

bbn/pixabay

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Industri pariwisata merupakan nadi perekonomian Bali. Munculnya badai pandemi jelas mengguncang primadona ekonomi Bali. Penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok sejak 5 Februari 2020 menjadi salah satu catatan pahit dampak awal pandemi terhadap kinerja industri pariwisata Bali di tahun 2020. 

Pilihan Redaksi

  • Membidik Optimisme Bangkit dari Ambang Resesi Ekonomi Pandemi
  • Rekonstruksi Pariwisata Budaya Pasca Pandemi
  • Mendongkrak Ekonomi di Masa Pandemi dengan Stimulus Gaji ke-13
  • Penerbangan dari dan ke Tiongkok dibatasi sebagai upaya penyebaran wabah virus Corona. Beberapa saat kemudian, kebijakan penjarakan sosial juga mengakibatkan terbatasnya mobilitas penduduk termasuk dalam cakupan wilayah domestik. Dengan demikian industri pariwisata pun menjadi yang pertama terdampak oleh pandemi Covid-19. Wisatawan merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari industri pariwisata. 
    Artinya tanpa adanya wisatawan, industri pariwisata tidak akan berjalan karena wisatawan merupakan penggerak performa industri pariwisata. Berita pandemi tentu bukan kabar gembira bagi perekonomian Bali.
    Peranan industri pariwisata sangat strategis bagi struktur perekonomian Bali. Pada triwulan I 2020 tercatat porsi yang disumbangkan oleh kategori lapangan usaha penyedia akomodasi makanan dan minuman sebesar 21,81persen. Situasi ini nampaknya belum membaik pada triwulan II 2020 karena meskipun kontribusinya mencapai sebesar 17,27 persen pertumbuhannya justru mengalami kontraksi sedalam 33,10 persen. 
    Pemerintah pun telah menyiapkan beberapa rencana pemulihan pariwisata Bali dengan berbagai skema strategi yang tentunya tetap berpedoman pada protokol kesehatan. Meskipun masih babak belur akibat gempuran badai pandemi yang belum usai, pertaruhan masa depan pariwisata Bali mulai ditempa dengan adaptasi kebiasan baru sejak 9 Juli 2020 dengan sasaran pasar domestik dan per 31 Juli 2020 mulai dibuka untuk wisatawan domestik.
    The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memberikan batasan mengenai wisatawan domestik atau yang lebih populer dengan wisatawan nusantara sebagai seseorang yang mengunjungi suatu tempat minimal 24 jam disebut sebagai turis, jika untuk jangka waktu yang lebih singkat, misalnya di bawah 24 jam, dia dihitung sebagai pelancong. 
    Batasan mengenai definisi wisatawan domestik menurut World Trade Organization (WTO) yang telah diperbarui pada tahun 1983 dimana wisatawan adalah setiap orang, tanpa memandang kewarganegaraan, penduduk suatu negara tidak lebih dari satu tahun dan yang tujuan utama kunjungannya adalah selain pekerjaan yang berasal dari dalam negeri dan tempat yang dikunjungi. Perkembangan industri pariwisata Bali saat tentu sangat berharap dari kunjungan wisatawan domestik sebagai tumpuan asa penyangga di ambang jurang pandemi. 
    Badan Pusat Statistik Provinsi Bali melaporkan jumlah penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkat hingga 163,04 persen dibandingkan catatan pada bulan Mei 2020. Penerbangan pada bulan Juni 2020 tercatat sebanyak 242 penerbangan sementara pada bulan Mei 2020 dilaporkan hanya sebanyak 92 penerbangan. Peningkatan jumlah penerbangan dapat dinilai sebagai sinyal positif wisatawan domestik bagi perekonomian Bali yang melesu sejak beberapa bulan lalu akibat pandemi. 
    Selain itu, momentum ini juga tepat sebagai pijakan ekonomi Bali bahkan sebelum diresmikannya adaptasi kebiasaan baru bagi wisatawan lokal dan domestik yang ditetapkan pada bulan Juli 2020.
    Optimisme lepas landas perekonomian Bali dari jurang pandemi tidak hanya ditunjukkan dari jumlah penerbangan domestik namun juga jumlah penumpang yang meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan pada bulan Mei 2020. Sebanyak 11.403 orang penumpang tercatat berangkat dari Bandara Ngurah Rai pada bulan Juni 2020. 
    Jumlah tersebut naik sangat signifikan dari bulan Mei 2020 yang hanya mencapai 2.545 orang penumpang dari tempat yang sama. Secara persentase dapat disimpulkan bahwa geliat penumpang angkutan udara domestik hingga 348,06 persen selama bulan Juni 2020. Artinya, peluang peningkatan wisatawan domestik pun mulai nampak dan terpampang nyata.
    Ditinjau dari sepuluh tujuan utama penerbangan domestik, penerbangan domestik dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta menjadi tujuan penerbangan terbanyak hingga 132 penerbangan dengan total penumpang mencapai 7.538 orang. Selain tujuan  Bandara Soekarno-Hatta, daerah tujuan utama penerbangan domestik lainnya dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Juni 2020 adalah Bandara Juanda di Surabaya (32 penerbangan), Bandara Eltari di Kupang (14 penerbangan), Bandara Sultan Hasanuddin di Ujung Pandang (13 penerbangan),  Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta (12 penerbangan), Bandara Tambolaka (10 penerbangan), Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Praya (8 penerbangan), Bandara Yogyakarta di Kulon Progo (7 penerbangan), dan tujuan lainnya sebanyak 14 penerbangan. 
    Meskipun demikian, musim pandemi masih menyisakan pekerjaan berat bagi pemulihan kunjungan wisatawan mancanegara. Dilansir dari bisnisbali.com Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali, Dr I Putu Anom, S.E., M.Par., mengatakan kunjungan wisatawan Tiongkok turun selama pandemi sehingga kemungkinan target kunjungan wisman 6,5 juta -7 juta  orang ke Bali 2020 sulit dicapai.  
    Menurut Berita Resmi Statistik No.48/08/51/Th.XIV, 3 Agustus 2020 yang dirilis BPS Provinsi Bali disebutkan bahwa pada bulan Juni 2020 kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir. Mempertimbangkan hal tersebut maka ancang-ancang pemerintah untuk mulai membuka kembali industri pariwisata bagi wisatawan mancanegara nanti mulai September 2020 nampaknya wajib selalu digaungkan. 
    Keberhasilan capaian target kunjungan wisatawan tentunya akan sangat bergantung pada bagaimana mengelola apa yang dibutuhkan para wisatawan selama berlibur. Hasil Survei Litbang Kompas menunjukkan 8 dari 10 responden optimis bahwa sektor pariwisata akan pulih setelah pandemi. Dikaji lebih lanjut ternyata 83,6 persen wisatawan mengutamakan aspek pencegahan penularan Covid-19 saat akan berwisata. Dengan demikian membuka pasar wisatawan mancanegara wajib memperhatikan protokol kesehatan agar target capaian aman dan wisatawan pun nyaman.
    I Gede Heprin Prayasta Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Universitas Udayana

    Penulis : Opini

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Industri Pariwisata Virus Corona Perekonomian Bali Wisatawan Domestik


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    Opini Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Opini

    Berita Bali TV