Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah - Beritabali.com

Opini

Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah

Senin, 04 Oktober 2021 | 14:05 WITA
Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah

beritabali/ist/Teh Sampah Kulit Salak Dipercaya Turunkan Kadar Gula Darah.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Produk dengan nama teh memiliki cakupan arti yang luas. Teh bukan hanya berlaku untuk istilah produk hasil produksi tanaman Camellia sinensis (pohon teh). Minuman yang dapat disebut dengan teh berasal dari semua jenis tanaman yang disajikan dengan cara diseduh. Minuman teh dapat dihasilkan dari berbagai jenis bagian dari tumbuhan seperti akar, kulit, daun, bunga tumbuhan yang melalui proses pengeringan lalu diseduh selain tanaman teh juga disebut dengan istilah teh. 
Contoh teh dari bagian tumbuhan lain adalah teh rosela atau teh krisan, teh bunga melati, teh daun sirsak, teh bunga ginseng. Salah satu inovasi teh yang baru ialah teh dari olahan limbah industri pangan pengolahan salak yaitu teh kulit salak. Teh kulit salak mengandung nutrisi yang lebih baik dari teh pada umumnya.
Salak (Sallaca zalacca) merupakan tumbuhan jenis palm asli Indonesia yang buahnya dapat dikonsumsi. Terdapat banyak jenis salak di Indonesia, sekitar 20 sampai 30 spesies salak. Salak merupakan buah tropis yang berbentuk agak bulat lonjong dengan kulit coklat yang bersisik. 
Dalam bahasa inggris, buah salak disebut dengan snake fruit. Buah salak diberi nama tersbut karena kulit luar buahnya yang mengkilap serta bersisik menyerupai sisik ular. Di Indonesia khususnya Bali sangat mudah untuk menemukan salak. Kawasan Bali yang terdapat banyak perkebunan salak yaitu di daerah Karangasem. 
Salak Karangasem sudah sangat terkenal karena rasa daging dari buah ini yang manis, tebal serta renyah. Pada saat musim panen, buah salak sangat berlimpah jumlahnya. Jumlah salak yang dipanen dalam satu pohon bisa mencapai kisaran 3-4 kg. Dalam satu kebun salak mampu menghasilkan 10-12 ton dari 2.500 – 3.000 pohon pada kebun dengan luas satu hektar dan dalam satu tahun terjadi 2 kali masa panen salak.
Buah salak segar sangat mudah rusak. Umur simpannya kurang lebih hanya 2-6 hari saja. Buah dan sayuran memiliki masa simpan yang sangat rendah. Hal ini dikarenakan buah dan sayuran sudah lepas dari pohonnya akan cepat mengalami metabolisme. Metabolisme tersebut yang mengakibatkan buah maupun sayur menjadi membusuk sehingga mutu menurun. 
Perubahan atau penurunan mutu buah disebabkan terjadinya respirasi, perombakan enzim menjadi gula, pembentukan atau pelepasan flavor, perombakan enzimatis senyawa pectin, sintesa atau degradasi pigmen, kerusakan vitamin dan lainnya. Pendeknya umur simpan salak segar mendorong masyarakat untu mengolah buah salak menjadi berbagai produk seperti wine, dodol, keripik, selaim sirup, dan manisan. Bagian salak yang umumnya diolah menjadi produk pangan yaitu bagian daging buahnya. 
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



Opini Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Opini

Berita Bali TV