Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah - Beritabali.com

Opini

Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah

Senin, 04 Oktober 2021 | 14:05 WITA
Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah

beritabali/ist/Teh Sampah Kulit Salak Dipercaya Turunkan Kadar Gula Darah.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Bagian kulit dan biji salak jarang dimanfaatkan sehingga menjadi limbah industri pangan. Pengolahan suatu bahan pangan pasti akan menghasilkan limbah, baik berupa limbah padat, cair ataupun gas. Limbah - limbah yang dihasilkan harus diolah kembali sebelum dibuang ke lingkungan untuk mengurangi pencemaran. 
Limbah hasil industri tidak semua mempunyai sifat yang beracun, namun ada beberapa limbah yang masih memiliki nutrisi yang sangat baik bagi tubuh manusia. Beberapa tahun belakangan ini memproses limbah khususnya limbah industri pangan semakin banyak diminati. 
Beberapa jenis limbah dapat diolah kembali menjadi produk pangan. Sehingga limbah industri pangan dapat diminimalisir serta dapat mencegah terjadinya polusi akibat penumpukan limbah yang berlebihan yang dapat mencemari lingkungan seperti tanah, udara yang disebabkan oleh bau busuk serta dapat mencemari air dan lingkungan sekitarnya.
Beberapa masyarakat sedang melakukan pengembangan dan pengolahan dari kulit salak ini sehingga menjadi produk yang memiliki nilai jual yang ekonomis. Limbah dari kulit salak ini dapat diolah menjadi beberapa produk kerajinan seperti pin, kotak tissue dan gantungan kunci yang menggunakan bahan dasar dari limbah kulit salak. 
Bahkan juga bisa diolah menjadi produk pangan tradisional seperti contohnya dari mahasiswa UGM yang menyulap kulit salak menjadi permen antidiabetes yang diberi nama Salacca Soft Candy dan masih banyak lagi produk yang bisa diciptakan dengan memanfaatkan limbah dari kulit salak ini.
Salah satu produk yang dapat di kembangkan dari limbah kulit salak yaitu teh. Teh kulit salak sangat bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung antioksidan yan baik bagi tubuh untuk menangkal radikal bebas. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kulit buah salak memiliki antioksidan yang tinggi. Antioksidan merupakan salah satu kandungan zat aktif yang dapat membantu menghambat proses oksidasi. 
Seperti yang kita ketahui proses oksidasi akan menghasilkan radikal bebas sehingga memicu raksi berantai yang dapat merusak sel pada tubuh kita. Hasil dari ekstrak etanol kulit salak mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenolat, alkaloid, kuinon, tanin, monoterpen dan seskuiterpen dengan parameter standar simplisia non spesifik berupa kadar air sebesar 13,25% dan kadar abu total sebesar 5,61% serta kadar abu tidak larut asam sebesar 0,50%.
Sebagian kecil masyarakat mempercayai kulit buah salak sebagai obat anti diabetes. Penderita diabetes menurunkan gula darahnya dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung flavonoid. Data dari penelitian yang dilakukan oleh Dhyanaputri dkk dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Kandungan Gizi Ekstrak Kulit Salak Produksi Kelompok Tani Abian Salak Desa Sibetan Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Produk Pangan Lokal” pada tahun 2016 menyebutkan hasil uji fitokimia terhadap kulit salak menunjukkan kandungan flavonoid dan tanin serta sedikit mengandung kandungan alkaloid. 
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita?

Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? Hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



Opini Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Opini

Berita Bali TV