Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah - Beritabali.com

Opini

Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah

Senin, 04 Oktober 2021 | 14:05 WITA
Teh Kulit Salak Dipercaya Mampu Turunkan Kadar Gula Darah

beritabali/ist/Teh Sampah Kulit Salak Dipercaya Turunkan Kadar Gula Darah.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kulit salak selama ini masih dipandang sebagai bahan buangan yang tidak memiliki nilai ekonomi. 
Kenyataanya kulit salak mengandung berbagai kandungan yang memiliki fungsi bagi kesehatan. Beberapa kajian mengungkapkan kandungan gizi dari kulit salah, hingga dipercaya sebagai obat diare hingga mampu menurunkan kadar gula darah. Pemanfaatannya cukup sederhana yaitu dengan mengolah kulit salah menjadi minuman teh yang siap diminum.
Teh merupakan salah satu minuman yang wajib disajikan dalam upacara tertentu, bahkan bagi sebagian orang teh wajib dihidangkan pada pagi hari ataupun di sore hari dalam suasana yang tenang. Budaya minum teh sangat terkenal di beberapa negara khususnya di Indonesia. 
Dalam satu tahun di Indonesia mengkonsumsi teh sebanyak 0,8 kilogram per kapita. Jumlah konsumsi ini masih jauh di bawah dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia padahal Indonesia termasuk negara penghasil teh terbesar di dunia. Indonesia terdapat pada posisi peringkat 5 di dunia. 
Teh yang disajikan biasanya teh yang berasal dari pengolahan daun teh (Camellia sinensis) yang dikeringkan lalu dikemas dan diseduh bersama dengan gula ataupun tanpa gula. Teh dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat oksidasinya yaitu pu-erh, teh hitam, teh oolong, teh hijau dan teh putih. 
Teh merupakan sumber alami kafeina, antioksidan serta teofilin dengan kadar lemak, karbohidrat, dan protein mendekati 0%.   Selain itu, sejenis antioksidan yang bernama katekin terdapat pada daun teh yang masih segar. Dari berat kering daun teh, jumlah zat katekin bisa mencapai 30 persen. 
Selama ini sebagian besar masyarakat berpendapat hanya kopi yang mengandung kafeina namun pada nyatanya teh juga mengandung kafeina. Secangkir teh mengandung kadar kafein sebesar 40 mg atau sekitar 3% dari berat keringnya. Sedangkan untuk teofilin, dan teobromin pada teh terdapat dalam jumlah yang sedikit. 
Rasa pahit pada teh berasal dari tanin yang dikandung dalam daun teh. Semakin tua daun teh yang digunakan maka kandungan tanin semakin tinggi. Teh biasanya dikemas dalam bentuk teh instan, teh stik, teh yang di pres, teh seduh, teh saring dan teh celup.
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



Opini Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Opini

Berita Bali TV