Kampanye Macet Sampah Membludak - Beritabali.com

Opini

Kampanye Macet Sampah Membludak

Jumat, 08 Oktober 2021 | 21:05 WITA
Kampanye Macet Sampah Membludak

beritabali/ist/Kampanye Macet Sampah Membludak.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Saat ini, permasalahan sampah sudah menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat di Indonesia. Meningkatnya jumlah  penduduk secara signifikan serta adanya perubahan pola konsumsi masyarakat, secara tidak langsung  berkontribusi dalam menambah  volume, jenis, dan  karakteristik sampah menjadi semakin beragam. 
Belum maksimalnya penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber di indonesia menjadi salah satu pendukung sampah di TPA meningkat setiap tahunnya. Kota Denpasar menjadi salah satu kota di Bali yang mengalami permasalahan sampah yang hingga saat ini belum terselesaikan secara tuntas terutama dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. 
Sampah rumah tangga merupakan salah satu jenis sampah yang terhitung mendominasi pada TPA. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, I Made Teja mengungkapkan tidak lebih dari 50 sampai 51 persen jumlah sampah yang timbul tersebut bisa dikelola oleh pemerintah daerah. 
Hal itu dikarenakan kurang lebih 45 sampai 50 persen sampah tersebut di lingkungan masyarakat. Hal ini menjadikan sampah telah menjadi permasalahan nasional tentunya juga membutuhkan adanya pengelolaan secara terpadu dan komprehensif, dimana dapat dimulai dari unit terkecil yaitu rumah tangga. 
Pada tahun 2019 pemerintah bali mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dengan tujuan pengelolaan sampah di provinsi bali mencapai level pertama individual rumah tangga yang meliputi kegiatan pemilahan, komposting, biogas, pemanfaatan melalui recovery dan recyclable bank sampah. 
Pada level pertama ini peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan implementasi peraturan minimal dengan melakukan pemilah sampah berbasis sumber dan mulai memanfaatkan sampah organik sesuai dengan ketentuan. Namun demikian pengelolaan sampah berbasis sumber kedepan terutama pada kota denpasar harus sangat di upayakan mengingat pertumbuhan dan pertambahan penduduk semakin meningkat setiap tahunnya. 
Dalam menangani permasalahan sampah ini tidak akan pernah luput dari kaki tangan beberapa pihak alias tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus terintegrasi dengan skala kawasan (TPS 3R). Rendahnya motivasi, edukasi serta kesadaran dari masyarakat terkadang menjadi kendala dalam  permasalahan ini. 
Masyarakat seakan tidak mau tahu apa yang terjadi dengan sampah yang dihasilkan karena merasa hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab mereka. Kendala lainnya muncul ketika masyarakat sudah melakukan pengelolaan sampah rumah tangga, misalnya dengan melakukan pemilahan sampah, namun pada petugas pengangkut mulai mengangkut dengan mencampur sampah yang sudah di pilah sehingga masyarakat berfikir bahwa sampah tetap akan di campur walaupun sudah dilakukan pemilahan. 
Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada dalam kesempatan wawancara dalam forum berita pemerintah kota denpasar menjelaskan bahwa penanganan sampah di Kota Denpasar saat ini tidak lagi fokus pada teori, melainkan mencari data sehingga mampu menghasilkan solusi yang produktif. 
Halaman :

TAGS : Sampah Pemilahan Sampah Denpasar Sampah Rumah Tangga Pengelolaan Sampah Kerusakan Lingkungan Sampah Organik Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



Opini Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Opini

Berita Bali TV