Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan - Beritabali.com

Opini

Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan

Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:45 WITA
Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan

beritabali/ist/Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Salah satunya yang dilakukan oleh Ria Mariana Mustafa (2006) dari Program Studi Gizi Masyarakat Dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa efektivitas pengawetan tahu dengan menggunakan bawang putih mampu mempertahankan mutu tahu hingga 2 hari masa penyimpanan. 
Kemampuan bawang putih dalam mempertahankan mutu tahu hampir sama dengan efektivitas bahan pengawet alami lainnya seperti kunyit, kayu manis, dan biji pala.  Dalam penelitian yang dilakukan Sumpeno Putro, dkk (2008) menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih juga dapat memperpanjang masa simpan ikan kembung segar. 
Dalam penelitian dilakukan perendaman ikan segar ke dalam ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 0, 2, 4, dan 6% selama 15 menit. Perendaman dengan bawang putih ternyata menyebabkan pertumbuhan bakteri terhambah. Pertumbuhan bakteri yang dihambat yaitu bakteri pembusuk dan bakteri pembentuk histamin. 
Perendaman dengan kadar ekstrak bawang putih sebesar 2, 4, dan 6% pada kondisi suhu kamar menyebabkan daya simpan ikan kembung segar lebih panjang. Dimana daya tahan  6 jam lebih lama dibandingkan dengan ikan yang tidak diberikan ekstrak bawang putih. Perendaman ikan dalam ekstrak bawang putih secara uji organoleptik  juga memberi nilai tambah lainnya yaitu mengurangi bau amis. 
Pengujian terkait penggunaan ekstrak bawang putih untuk pengawetan makanan juga diakukan terhadap bakso sapi. Penelitian yang dilakukan oleh Mey Angraeni Tamal dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur bertujuan untuk melihat kemampuan penyimpanan dan pengaruh ekstrak bawang putih terhadap perkembangan bakteri Staphylococcus aureus. Selain itu juga untuk mengetahui ketengikan bakso, kelentingan serta organoleptik bakso. Hasilnya ekstrak bawang putih mampu menurunkan perkembangan bakteri Staphylococcus aureus. 
Perendaman dengan ekstrak bawang putih juga mampu mempertahankan kelentigan bakso. Hasil uji organoleptip justru memperlihatkan bahwa nilai kesukaan terhadap citarasa meningkat dan meningkatkan kekenyalan bakso. Dalam bahasa Inggris bawang putih biasa disebut dengan nama Garlic. Bagi masyarakat Asia, bawang putih termasuk salah satu bagian bumbu dapur yang sangat umum. 
Menurut Ida Untari (2010), bahwa bawang putih memberi rasa harum yang khas pada makanan  dan menurunkan kadar kolesterol. Sehingga masakan Jepang, Korea dan Cina cenderung menggunakan bawang putih. Pada awalnya Bawang putih merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, namun kenyataanya sekarang di Indonesia, terdapat jenis tertentu dari bawang putih yang dibudidayakan di dataran rendah. Secara umum bawang putih akan tumbuh dengan baik pada ketinggian 200-250 meter di atas permukaan laut. 
Halaman :

TAGS : Bawang Putih Bumbu Dapur Basilus Tuberkulosis Ria Mariana Mustafa Peneliti Kadar Kolesterol Keracunan Formalin Bahan Berbahaya Stamina Tubuh Bahan Kimia Obat Herbal Serotonin Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita


Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



Opini Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Opini

Berita Bali TV