Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan - Beritabali.com

Opini

Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan

Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:45 WITA
Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan

beritabali/ist/Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Bawang putih juga dikonsumsi kelas pekerja setiap hari seperti oleh pekerja kasar dalam membangun piramida. konsumsi bawang putih yang diberikan terhadap kelas pekerja diharapkan untuk menjaga dan meningkatkan stamina mereka sehingga dapat bekerja lebih keras dan produktif.
Sedangkan Peneliti dari Institute Pasteur di Perancis Dr. Gilles Fillion menjelaskan bahwa salah satu manfaat bawang putih bagi kesehatan  yaitu membantu meredakan stress, kecemasan dan depresi. Dr. Gilles beralasan bahwa hal ini terjadi karena bawang putih memiliki peran untuk membantu tubuh dalam melepaskan serotonin.  
Serotonin berupa bahan kimia yang memiliki keterlibatan dalam pengaturan serangkaian tingkah laku dan suasana hati termasuk murung. Serotonin juga sangat berpengaruh terhadap kecemasan, rasa sakit, agresi, kurang tidur, stress dan ingatan. Tingginya kandungan  serotonin dalam otak bermanfaat sebagai obat penenang, meringankan kemurungan, dan memudahkan tidur. 
Pada sisi lain, bawang putih juga menolong menormalkan sistem serotonin. Sementara Udhi Eko Hernawan dan Ahmad Dwi Setyawan (2003) memaparkan bahwa  secara tradisional umbi bawang putih sudah lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat gangguan pernafasan, tekanan darah tinggi, kolesterol, flu, tekanan darah tinggi, sakit kepala, sembelit, ambeien, luka memar atau sayat, gangguan saluran, cacingan, insomnia, kencing, dan lain-lain. 
Penelitian ilmiah lainnya juga menjelaskan bahwa  umbi bawang putih bermanfaat sebagai obat anti-hipertensi, anti-kolesterol, anti-diabetes, anti-atherosklerosis, anti-agregasi sel platelet, anti-oksidan, pemacu fibrinolisis, anti-mikrobia, anti-virus, dan antikanker. Penelitian terhadap penggunaan bawang putih sebagai pengawet sudah cukup banyak. 
Bahkan bawang putih sejak zaman yunani dan Romawi telah digunakan tidak saja sebagai bumbu dapur tetapi juga sebagai obat herbal. Namun kenyataanya penggunaan formalin dalam makanan sebagai pengawet kian marak. Maraknya penggunaan formalin tentu memiliki alasan tersendiri. 
Pertama, pedagang ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Apalagi bahan pengawet formalin dan boraks memiliki mutu yang bagus, harganya pun murah. Jika dilihat dari segi pengetahuan, penggunaan formalin terjadi karena tingkat pengetahuan yang minim. Belum lagi konsumen cenderung membeli makanan yang murah, tanpa melihat kualitas. 
Akibat pengetahuan yang rendah menyebabkan konsumen sulit membedakan makanan yang mengandung dan tidak mengandung formalin, boraks. Kedua, akibat mudahnya penjualan bahan kimia seperti boraks dan rhodamin B di pasaran. Hal ini tentu sebagai dampak dari kurangnya pengawasan dari Lembaga pangan, untuk memantau peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya. 
Halaman :

TAGS : Bawang Putih Bumbu Dapur Basilus Tuberkulosis Ria Mariana Mustafa Peneliti Kadar Kolesterol Keracunan Formalin Bahan Berbahaya Stamina Tubuh Bahan Kimia Obat Herbal Serotonin Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita


Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



Opini Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Opini

Berita Bali TV