Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan - Beritabali.com

Opini

Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan

Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:45 WITA
Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan

beritabali/ist/Bawang Putih Sebagai Pengganti Formalin dalam Pengawetan Makanan.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Dalam majalah InfoPOM edisi Juli 2004 disebutkan bahwa penggunaan formalin dalam bahan makanan sangat dilarang. Hal ini juga sesuai dengan surat keputusan menteri kesehatan (SK Menkes) RI No.722 tahun 1988 tentang Bahan Tambahan Makanan. Formalin (formaldehid) sebagai pengawet bahan makanan umumnya secara kimia merupakan hasil sintesis. 
Formaldehid unsur berbentuk gas dan biasanya tersedia dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 40 % (formalin). Formalin secara fisik berupa cairan jernih, tidak berwarna dengan bau menusuk. Kontaminasi uap formalin akan merangsang atau bereaksi dengan cepat terhadap selaput lendir pada hidung, saluran tenggorokan dan saluran pencernaan. Kontaminasi pada mata dapat mengakibatkan terjadinya iritasi mata. 
Pada kadar 0.5 hingga 1 bpj di udara tidak dapat terlihat, namun dapat diidentifikasi dari baunya. Pada kadar 2 hingga 3 bpj dapat mengakibatkan iritasi ringan. Dalam kadar 4 hingga 5 bpj secara umumnya tidak akan mampu ditoleransi oleh tubuh manusia. Penggunaan formalin secara umum selama ini dimanfaatkan untuk mengawetkan serangga, hewan serta mayat manusia. Formalin pada dasarnya berperan sebagai desinfektan. 
Formaldehid bersifat astringent dan berfungsi sebagai bakterisid dengan cara denaturasi. Pada industri kosmetika formalin digunakan sebagai deodorant dan antihidrolitik. Kontaminasi formaldehid pada tubuh hewan bersifat karsinogenik. Terbukti berdasarkan hasil penelitian menggunakan hewan percobaan yang dipaparkan dengan formaldehid dengan kadar 6 hingga 15 bpj dalam waktu 2 tahun memperlihatkan bahwa formaldehid menginduksi squamous-cell carcinoma pada rongga hidung tikus dan mencit. 
Dalam upaya melindungi konsumen dari ancaman kandungan bahan berbahaya seperti formalin, maka pemerintah menerbitkan Undang-Undang No.7 Tahun 1996 tentang Pangan. Dalam Undang-undang  pangan sudah sangat tegas dinyatakan bahwa dilarang menggunakan bahan tambahan pangan yang berbahaya, apalagi hingga melebihi ambang batas yang ditentukan.  
Seperti  yang termuat dalam pasal 10 yang menyebutkan “setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apa pun sebagai bahan tambahan pangan yang dinyatakan terlarang atau melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan”. 
Bukan hanya memberi tambahan bahan berbahaya, produsen juga dilarang mengedarkan pangan yang menandung bahan berbahaya. Larangan tersebut dapat dilihat dari pasal 21 yang menyebutkan bahwa. “Setiap orang dilarang mengedarkan pangan yang mengandung bahan beracun, berbahaya, atau yang dapat merugikan atau membahayakan kesehatan atau jiwa manusia; pangan yang mengandung cemaran yang melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan; pangan yang mengandung bahan yang dilarang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan; pangan yang mengandung bahan yang kotor, busuk, tengik, terurai, atau mengandung bahan nabati atau hewani yang berpenyakit atau berasal dari bangkai sehingga menjadikan pangan tidak layak dikonsumsi manusia; pangan yang sudah kedaluwarsa”.
Halaman :

TAGS : Bawang Putih Bumbu Dapur Basilus Tuberkulosis Ria Mariana Mustafa Peneliti Kadar Kolesterol Keracunan Formalin Bahan Berbahaya Stamina Tubuh Bahan Kimia Obat Herbal Serotonin Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita


Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



Opini Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Opini

Berita Bali TV