Meraih Cuan dari Sampah RT dengan Budidaya Maggot - Beritabali.com

Opini

Meraih Cuan dari Sampah RT dengan Budidaya Maggot

Sabtu, 27 November 2021 | 23:00 WITA
Meraih Cuan dari Sampah RT dengan Budidaya Maggot

beritabali/ist/Meraih Cuan dari Sampah RT dengan Budidaya Maggot.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Maggot adalah merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang bisa dipakai untuk pakan alternatif unggas dan ikan. 
Untuk budidaya BSF sangatlah gampang kita bisa mendapatkan telur BSF itu bisa kita beli lewat internet atau beli pada temen temen yang udah membudidayakan BSF tersebut. Mengapa kita harus budidaya Maggot atau BSF?
Nah, ini salah satu cara untuk mengurangi sampah dapur atau limbah dapur organik yang kita hasilkan setiap hari. Contohnya sampah dapur atau limbah dari dapur, selama ini sampah dapur atau limbah dapur masih tercampur dengan sampah anorganik kresek botol plastik dan sebagainya terus kita capur jadi satu sama sampah dapur organik.
Kalau mau kita pilah sampah dapur organik dan anorganiknya itu tentunya lebih bisa bermanfaat atau bisa mendapatkan nilai ekonomi dan berkah tentunya dari Tuhan karena sudah peduli terhadap lingkungan.
Selama ini sampah dapur menjadi kendala bagi semua masyarakat pada umumnya, dikarenakan masyarakat kurangnya tingkat pemilahan dari rumah. Terus kurangnya edukasi ke masyarakat tentang sampah organic dan anorganik.
Kurangnya prasarana untuk pemilahan sampah organik dan sampah anorganik, makanya masyarakan jadi malas memilah.Terkadang dari petugas pengangkut sampah pada saat ngambil sampah ke masyarakat masih dicampur jadi satu di truk atau di mocinya, makanya masyarakat yang sudah mau memilah sampahnya dengan benar merasa malas dan percuma memilah sampahnya lagi,toh juga di campur lagi oleh si petugasnya di truk atau moci.
Makanya bukan dari pihak masyarakat aja yang perlu diedukasi, tetapi dari pihak petugas pengangkut pun harus perlu juga di edukasi, agar sampah yang sudah di pilah oleh masyarakat biar ngak dicampur lagi.
Terus apa yang akan terjadi apabila sampah dapur tidak dipilah dengan baik dan benar,yang pastinya akan menyebabkan atau menimbulkan bau busuk dan tidak sedap.
Dan dari petugas pengangkut pasti akan kesulitan mengangkutnya. Rata-rata estimasi jumlah sampah dapur atau sampah sisa makanan yang dihasilkan masyarakat perhari perorang adalah 0,14 kg (hasil data survei tahun 2020 oleh PPLH Bali). 
Adapun tantangan masyarakat yang menyebabkan masyarakat enggan mengelola sampah dapur atau sampah makanan (Food Waste), masyarakat masih enggan dan malas memilah sampah,dan masih merasa jorok dan bau. Kenapa bisa terjadi, dikarenakan masyarakat masih belum tau caranya memilah yang baik dan benar. Terus masyarakat belum tau keuntungangan dari pengelolaan sampah makanan dapur (Food Waste).
Halaman :

TAGS : Sampah Dapur Pupuk Organik Maggot Memilah Sampah Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



Opini Lainnya :


Berita Lainnya

Trending Opini

Berita Denpasar Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV